TRX NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan aplikasi Portal Pemantauan dan Informasi Sekuritas (PRIME) IKNB pada tahun 2023. Aplikasi internal ini akan terus diperkuat untuk memantau industri asuransi, penjaminan, dan dana pensiun sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Direktur Utama Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun Oki Prastomyono mengatakan, ke depan OJK akan mengembangkan sistem PRIME untuk pengawasan sektor keuangan non-bank (INKB) di Indonesia. Salah satu rencana pengembangan ke depan adalah pembuatan database pemegang polis atau peserta asuransi.
“Masih berjalan, belum ada database pemegang polis di asuransi atau dana pensiun. Mungkin asuransi dulu, baru dana pensiun,” kata Ogi dalam diskusi dengan media massa, Selasa (8/10/2024).
Ogi mengatakan, dalam sistem ini OJK mewajibkan perusahaan asuransi dan dana pensiun memberikan fasilitas informasi yang lengkap kepada peserta melalui aplikasi, dan peserta dapat melihat langsung ketersediaan dan kepemilikan unitnya.
“Inventarisasi gedungnya berapa unitnya, tahun depan akan dibangun dan sekarang sudah siap,” ujarnya.
Menurut mantan Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ini, peran PRIME dalam pengawasan IKNB sangat penting, terutama dalam pengawasan investasi pada perusahaan asuransi dan dana pensiun. Melalui sistem ini, regulator dapat menelusuri data transaksi antar pihak untuk meningkatkan tata kelola perusahaan.
Oleh karena itu, pengawas bisa melihat berapa banyak transaksi yang dilakukan di rekanan, apakah dilakukan di pasar negosiasi atau pasar reguler, kemudian oleh pihak terkait (terhubung) atau tidak, ujarnya.
Saat ini sumber data PRIME berasal dari Self Regulatory Organization (SRO), Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Sekuritas Indonesia (KSEI). Pengumpulan data dilakukan melalui dua sistem yaitu Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) dan Integrated Investment Management System (S-INVEST).
C-BEST merupakan platform elektronik terintegrasi untuk industri. .
(Grace Tunangan)