Pengusaha Ritel Sepakat Tak Akan Layani Anak Beli Rokok

TRX NEWS – Asosiasi Pengusaha Moda Transportasi Indonesia (APINDO) menggagalkan beberapa langkah dengan dukungan Kampanye Pencegahan Merokok Anak. Tindakan ini diambil sebagai bentuk komitmen agar anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak menggunakan rokok.

Direktur Jenderal DPP APINDO Roy N Mandey juga mengatakan, mendukung tujuan pemerintah untuk menurunkan prevalensi merokok pada anak seperti dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah No. 109, 2012

“Konkritnya, kalau kita menjual botol, itu investasi terhadap dana, sehingga penjualnya bisa melihat, mudah melihat siapa yang membeli botol itu. Kedua, kami tidak melayani mereka yang memakai pakaian olahraga.” kita bekerjasama dengan perusahaan tembakau agar bersama-sama kita bisa mengkomunikasikan tentang rokok tentang bahayanya,” ujarnya saat dihubungi Roy SINDOnews di Batavia, Jumat (19 Februari 2021).

Diberitakan Roy, APINDO melalui dealer modern siap memberikan sanksi berat jika ada masyarakat yang melanggar aturan sesuai perintah pemerintah. Untuk itu, asosiasi mengajak dan menyarankan para penjual untuk selalu membatasi bahkan melarang pembeli yang berusia di bawah 18 tahun. 

“Masing-masing pemasok kami sudah memberikan teguran singkat kepada pekerja seperti uang tunai dan SPG. Mudah dideteksi dengan pengawasan CCTV. Sanksi yang tegas mulai dari skorsing, pemotongan gaji hingga pemutusan hubungan kerja (PHK),” kata Roy.

Menurut Roy, semua pihak telah mengikuti dan menandatangani konstitusi kerja sehingga jika ada yang melanggar aturan akan dikenakan sanksi. Hal ini juga dilakukan secara konsisten, berkelanjutan setiap minggunya, memperbarui informasi dan peraturan baru. Dengan demikian, gerakan anak-anak berhenti merokok dapat terus dipraktikkan menjadi lebih baik, realistis, dan konkrit.

“Kami ingin hal ini lebih terlihat dan diterapkan secara merata di seluruh negara yang mengatur dan menggerakkan pengecer atau pasar untuk tidak menjual rokok kepada anak di bawah usia 18 tahun,” tegas Roy.

Oleh karena itu, gerakan bersama APINDO mengusulkan tindakan nyata untuk mencegahnya, bukan sekadar mencegahnya. “Kalau mengganggu, belum tentu dilarang. “Ini cara menghentikan dan mencegah anak-anak mengonsumsi rokok atau rokok,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Roy, kolaborasi berkelanjutan antara pimpinan pusat dan daerah, kementerian dan lembaga terkait, akademisi, dan pengusaha sangat penting.

“Proyek-proyek tersebut perlu kita selesaikan karena ini bagian dari memperkuat generasi yang sehat, menyelamatkan generasi bangsa. Karena anak-anak ini adalah generasi bangsa,” pungkas Roy. (TYO)

Related Posts

Saham Emiten Jusuf Hamka CMNP Berbalik Merah Usai Masuk Pengawasan Bursa

Tindakan IDXChennel – PT SCORTER SCREekh Schiffails Tindakan dalam tindakan mereka, tetapi Bursa Efek Indonesia (IDX) menjadi merah setelah memasuki monitor. Sahine Jushan So Hamka Hamka So Trunon II. Jumlah…

Strategi Branding Lewat Konferensi, Perusahaan Wajib Tahu

IDEXNELL – Konferensi Konferensi adalah strategi yang efektif dalam dunia perdagangan yang kompetitif.   Kehadiran di konferensi, administrator, peserta, merek dan merek dan merek untuk meningkatkan peluang besar.  Melalui acara…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Profil Ferry Irwandi, Mantan PNS Kemenkeu yang Pernah Tantang Dukun Santet

Profil Ferry Irwandi, Mantan PNS Kemenkeu yang Pernah Tantang Dukun Santet

Kisah Sukses Andanu Prasetyo, Pendiri Kopi Tuku yang Berhasil Ekspansi ke Korsel

Kisah Sukses Andanu Prasetyo, Pendiri Kopi Tuku yang Berhasil Ekspansi ke Korsel

Saham DATA Jatuh 18 Persen, Turun Berhari-hari usai Hype Akuisisi Memudar

Saham DATA Jatuh 18 Persen, Turun Berhari-hari usai Hype Akuisisi Memudar

Ini Sumber Kekayaan Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia Berharta Rp87 Triliun

Ini Sumber Kekayaan Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia Berharta Rp87 Triliun

Saham Bank Terbesar Jepang Cetak Rekor Tertinggi Usai Kenaikan Suku Bunga BOJ

Saham Bank Terbesar Jepang Cetak Rekor Tertinggi Usai Kenaikan Suku Bunga BOJ

Bisnis Emas BSI (BRIS) Melesat 78,17 Persen, Tembus Rp12,8 Triliun di 2024

Bisnis Emas BSI (BRIS) Melesat 78,17 Persen, Tembus Rp12,8 Triliun di 2024